Penulisan karya ilmiah untuk publikasi jurnal ataupun kepentingan seminar dan konferensi perlu adanya ketepatan dalam melakukan sitasi. Sitasi merupakan pengutipan sumber penelitian sebelumnya (sumber primer jurnal), atau karya-karya ilmiah (buku, skripsi, thesis, dan disertasi) yang pernah diterbitkan sehingga bias dijadikan acuan referensi tulisan kita. Jika melihat edaran Dikti bahwa lulusan S1, S2, dan S3 harus memiliki tulisan dalam jurnal lokal, nasional terakreditasi atau internasional maka sebuah karya ilmiah yang baik wajib memiliki referensi yang benar dan cara pengutipan yang tepat antara sitasi pada artikel dengan yang tersaji dalam Reference. Hal ini bertujuan untuk terhindar dari plagiat yang menjadi catatan khusus dalam proses pendidikan di Indonesia. Dikutip oleh tempo.co memuat bahwa Seperempat Esai Mahasiswa Indonesia Terindikasi Plagiat.
Kebutuhan tersebut perlu alat bantu berupa perangkat lunak (software) yang mampu melakukan sitasi dengan tepat berdasarkan sumber yang benar dan akurat. Di era teknologi informasi yang sangat berkembang pesat, telah berpengaruh pada meningkatnya jumlah publikasi ilmiah. Publikasi tidak hanya dilakukan menggunakan media cetak namun penerbit juga telah banyak yang beralih ke media daring mengingat biaya yang lebih murah, baik dari sisi penerbit atau pengkases, distribusi tanpa batas, dan keterjangkauan. Di sisi lain, banyak vendor software yang berbasis comercial software atau freeware telah menyediakan utility software berupa reference manager yang memudahkan penulis untuk melakukan pengorganisasian softcopy dari artikel ataupun metadata artikel yang ada dalam suatu terbitan atau jurnal dalam bentuk softcopy artikel maupun daring. Dengan adanya software reference manager tersebut maka seorang peneliti dapat melakukan penulusuran, koleksi, organisasi serta sitasi artikel dengan mudah.